IGD : 08112743119 Info : (0286) 479-030 WA : 08112992111 HotLine Keluhan : 08112705252

Potret Layanan RS Emanuel, Ketika Harapan dan Kepastian Bertemu

tim_medsos | 22
Thursday, 11 June 2026 12:25 WIB
rsemanuel-cover-news-2026/06/11/potret-layanan-rs-emanuel-ketika-harapan-dan-kepastian-bertemu
Gbr. Cover Potret Layanan RS Emanuel, Ketika Harapan dan Kepastian Bertemu - RSEMANUEL ©2026

Potret Layanan lahir dari kunjungan rutin Tim EP3RS ke rumah sakit mitra. Dari setiap kunjungan itu, tim menemukan banyak cerita sederhana yang menyimpan makna besar tentang pelayanan kesehatan. Kisah-kisah tersebut didokumentasikan secara jujur dan manusiawi, bukan sekadar catatan administrasi, melainkan pembelajaran dan inspirasi bagi semua pihak yang terlibat dalam pelayanan.

Setiap cerita yang ditulis adalah potret nyata tentang kekhawatiran yang mereda, harapan yang tumbuh, dan kehadiran yang memberi arti. Salah satunya terjadi di ruang perawatan RS Emanuel, ketika petugas BPJS Kesehatan bertemu dengan Ibu Sulastri. Ia sedang mendampingi ibunya, Ibu Suharti yang berusia 80 tahun dan masih dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

Ibu Suharti telah menjalani perawatan sejak hari Senin. Selama tiga hari pertama ia dirawat di ICU sebelum dipindahkan ke bangsal perawatan biasa. Dengan wajah lelah namun tetap tegar, Ibu Sulastri menceritakan perjalanan yang sedang mereka hadapi. Keluarga mereka bukan orang baru di RS Emanuel; sejak tahun 2014, ketika almarhum ayahnya dirawat di sana, mereka telah beberapa kali menggunakan layanan BPJS Kesehatan dan merasa pelayanan yang diterima selalu baik.

Namun di balik pengalaman positif itu, ada satu peristiwa yang sempat membekas di hati Ibu Sulastri. Pada Agustus 2025, ia terlambat membayar iuran BPJS karena lupa, tepat ketika sedang menjalani rawat inap. Saat mencari informasi di internet, ia menemukan kabar tentang denda pelayanan yang disebut-sebut bisa sangat besar. Kekhawatiran langsung memenuhi pikirannya dan membuatnya panik.

Tanpa banyak pertimbangan, Ibu Sulastri memutuskan untuk menurunkan kelas perawatan dengan harapan biaya yang harus ditanggung akan lebih ringan. Keputusan itu diambil secara spontan karena rasa takut. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata denda yang harus dibayarkan jauh lebih kecil dari bayangan yang selama ini menghantuinya. Ketika petugas BPJS menjelaskan mekanisme yang sebenarnya dan memastikan bahwa perubahan kelas tidak memengaruhi besaran denda, raut wajahnya perlahan berubah lega.

Hari itu menjadi pengingat bagi petugas bahwa kecemasan peserta sering kali muncul bukan karena situasi yang benar-benar terjadi, melainkan karena bayangan tentang kemungkinan terburuk. Informasi yang jelas dan pendampingan yang tenang dapat mengubah rasa takut menjadi ketenangan. Potret kecil di ruang perawatan RS Emanuel ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga tentang menghadirkan kepastian dan rasa aman bagi keluarga pasien.

#BERITA