Pelatihan Kebencanaan dan Pembentukan DESTANA Kecamatan Purworeja Klampok
Thursday, 19 February 2026 09:02 WIB
Gbr. Cover Pelatihan Kebencanaan dan Pembentukan DESTANA Kecamatan Purworeja Klampok - RSEMANUEL ©2026
Pelatihan Relawan Kebencanaan dan pembentukan DESTANA se-Kecamatan Purworeja Klampok merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Kecamatan Purworeja Klampok sebagai wilayah yang memiliki risiko bencana alam membutuhkan sistem respons yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis masyarakat. Melalui kegiatan ini, para relawan dibekali pemahaman dasar tentang manajemen kebencanaan, alur komunikasi darurat, serta peran dan tanggung jawab dalam situasi krisis.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kapasitas relawan dalam penanganan bencana dan kedaruratan di wilayah Kecamatan Purworeja Klampok. Para peserta mendapatkan materi tentang identifikasi risiko bencana, teknik evakuasi, pertolongan pertama, hingga penanganan korban dalam kondisi darurat. Dengan adanya pembentukan DESTANA (Desa Tangguh Bencana), diharapkan setiap desa memiliki sistem mitigasi dan respons awal yang mandiri sebelum bantuan skala besar datang.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh perawat IGD dari Rumah Sakit Emanuel yang telah berpengalaman dalam menangani kasus kegawatdaruratan. Pengalaman mereka di ruang Instalasi Gawat Darurat menjadi bekal penting dalam memberikan pelatihan yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Para relawan tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung seperti teknik resusitasi jantung paru (RJP), pembidaian, serta penanganan luka dan trauma.
Melalui pelatihan dan pembentukan DESTANA ini, diharapkan tercipta relawan yang sigap, terampil, dan mampu menjadi garda terdepan saat terjadi bencana. Sinergi antara tenaga kesehatan profesional dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem ketangguhan yang berkelanjutan. Dengan kesiapan yang lebih baik, Kecamatan Purworeja Klampok diharapkan mampu meminimalkan dampak risiko bencana serta melindungi keselamatan warganya secara optimal.