IGD : (0286) 479-510 Info : (0286) 479-030 Pendaftaran : (0286) 479-454 WA : 08112992111 HotLine Keluhan : 08112705252

Setia Dalam Pengabdian

Monday, 20 September 2021 07:40 WIB
rsemanuel-cover-news-2021/12/18/setia-dalam-pengabdian
Gbr. Cover Setia Dalam Pengabdian - RSEMANUEL ©2021

Bacaan: 1 Petrus 5:1-11

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan tetapi dengan pengabdian diri (5:2)

Inilah surat penggembalaan atau pastoral yang ditulis oleh Rasul Petrus kepada Jemaat-jemaat yang tersebar di seluruh Asia Kecil oleh pengejaran dan penganiayaan. Para penatua merupakan kelompok pertama yang disapa dalam surat I Petrus ini berhubungan peranan khusus mereka, yakni sebagai pemimpin jemaat. Kepada para penatua ini Rasul Petrus menyampai motivasi terkait dengan pelayanan mereka, yang prinsip kasih Allah yang akan mereka muliakan melalui pelayanan mereka, serta jemaat yang dilayani menuju kepada pengenalan akan kasih Allah.

Rasul Petrus sangat menekan pola pengajaran yang tidak hanya verbalisme, sekedar dengan kata-kata. Yang tidak kurang penting dibanding pengajar secara verbal adalah keteladanan. Para penatua diingatkan pentingnya memberi teladan melalui cara hidup mereka yang selaras dengan ajaran mereka. Kepada mereka, Rasul Petrus menanamkan pengertian dan kesadaran bahwa tugas mereka dalam hal mengajar papa hakikatnya melayani. Melayani Jemaat ke arah pengenalan akan Kristus.

Mereka memimpin memang, namun pola dan jiwanya adalah pelayanan. Jika hanya sekedar memimpin, ruang untuk melakukan dengan paksa demi target kurikulum perlu dipahami. Tetapi pola ini bisa menjadikan jemaat tawar hati, bahkan mungkin tujuan kepemimpinan mereka tidak tercapai. Maka tidak dengan paksa, tetapi dengan suka rela adalah kata kunci penting. Maka kepemimpinan dengan pola keteladanan meruapakan suatu keniscayaan. Kepemimpinan dengan pola keteladanan ini tidak akan berbuah dengan sekali jadi. Di perlukan ketekunan, kesetiaan, ketulusan yang terus menerus sehingga menjadi karakter yang sesungguhnya. Bukankah Tuhan Yesus sebagai Gembala Agung juga menjadikan seluruh hidupnya sebagai teladan dan bahkan sebagai rujukan perilaku dan moral.

Kitapun gembala dalam hidup lingkup kehidupan masing-masing (keluarga, lingkungan kerja, gereja dan masyarakat). Sebagai sekawanan domba Allah, kita dipanggil untuk saling menggembalakan. Ini berarti kita harus saling memberi teladan dalam segala yang baik. Dengan ini kita semakin dipersatukan dalam hidup mencapaikan kebaikan hidup bersama dengan cara saling mengabdikan diri seorang terhadap yang lain. Kekuatan untuk bertahan dalam pelayanan dan pengabdian diiri semacam ini adalah sabda yang berbunyi: *_Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah_* (Galatia 6:9)

 

Salam : Pastoral

Penulis : pastoral
Kategori : RENUNGAN
Total Views : 343