IGD : (0286) 479-510 Info : (0286) 479-030 Pendaftaran : (0286) 479-454 WA : 08112992111 HotLine Keluhan : 08112705252

Kemurahan Allah Yang Melayakan

Tuesday, 05 October 2021 06:51 WIB
rsemanuel-cover-news-2021/12/18/kemurahan-allah-yang-melayakan
Gbr. Cover Kemurahan Allah Yang Melayakan - RSEMANUEL ©2021

Bacaan: Mazmur 8:1-10

_*Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat*_. (8:5-6)

Bapa Gereja sekaligus Reformator Martin Luther mewariskan 3 jargon penting bagi kehidupan gereja-gereja reformasi, berupa tiga prasha, yakni _Sola Fide_ (hanya oleh Iman), _Sola Scriptura_ (hanya oleh Alkitab) dan _Sola Gracia_ (hanya oleh anugerah). Dalam renungan hari ini kita akan fokus pada salah satu jargon diatas: Sola Gracia, hanya Anugrah atau hanya kemurahan Allah.

Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia telah kehilangan satusnya sebagai citra Allah. Rasul Paulus di dalam Roma 3:23 berkata: *_“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah_* ,....” Kehinaan sebagai manusia berdosa juga diakui oleh pemazmur. Bahkan pemazmur berfikir bahwa seharusnya manusia sudah kehilangan hak untuk diingat oleh Allah. Jadi, jika Allah ternyata mengingat bahkan mengindahkan manusia, itu bukan karena manusia layak atau berhak diingat dan diindahkan, tetapi semata karena kemuruhan dan belas kasih Allah. Malah, kemurahan Allah itu telah membuat manusia menjadi hampir sama seperti Allah. Mahkota kemuliaan manusia yang telah hilang itu, kini dipulihkan oleh Allah. Manusia adalah makhluk yang teranugerahi, karena kepadanya kehidupan dan keselamatan hanyalah anugerah.

Anugerahi ini telah mengubah hukuman atas dosa menjadi janji keselamatan, kerja sebagai bagian hukuman atas dosa, menjadi anugerah, ketidak layakan berbuat baik menjadi panggilan hidup.

Jadi, marilah segala sesuatu yang ada pada kita hayati bukan sebagai suatau yang memang layak menerimanya, melainkan Allahlah yang menjadikan kita layak menerima atau melakukannya.

Karena segala sesutau adalah merupakan kemurahan dan anugerah Allah, maka penerimaan dan perlakuan kita adalah dalam rangka bersyukur.

Dengan rendah hati kita kerjakan segala sesuatu sambil mengucap syukur, karena itu terjadi hanya karena kemurahanNya. Perbuatan kita sebaik apa pun tidak akan menjadikan kita layak dihadapanNya sehingga dapat menyelamatkan kita. Itu semua kita kerja untuk ungkapan rasa syukur kita, untuk kemuliaan Dia. Amin.

 

Salam : Pastoral

Penulis : pastoral
Kategori : RENUNGAN
Total Views : 40