IGD : (0286) 479-510 Info : (0286) 479-030 Pendaftaran : (0286) 479-454 WA : 08112992111 HotLine Keluhan : 08112705252

Bertekun Sampai Akhir

Thursday, 08 July 2021 08:49 WIB
rsemanuel-cover-news-2021/07/08/bertekun-sampai-akhir
Gbr. Cover Bertekun Sampai Akhir - RSEMANUEL ©2021

Bacaan: Yakobus 5 : 7-12
_Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi_ (5 : 7b)

Rasul Yakobus menggambar hidup dan perjuangan orang percaya seperti seorang petani. Yang diharapkan seorang petani adalah hasil dari pekerjaan bertani. Tetapi petani mesti sadar bahwa itu butuh proses dan waktu. Sungguh memerlukan kesabaran dan ketekunan.

Ketekunan dan kesabaran, keduanya sangat terkait. Keberadaan dari keduanya tidak sebagai karakter bawaan, yang sudah ada sejak lahir. Tetapi sebagai sikap yang disadari sebagai sikap yang diperlukan dalam menghadapi situasi kehidupan. Karena kesabaran dan ketekunan ini merupakan sikap yang diperlukan, maka harus dibangun dalam hidup setiap orang dan dipelihara terus menerus.

Kita membangun kesabaran dan ketekunan ini bukan tanpa alasan tujuan. Sebagaimana petani sering mengalami gangguan dalam usahanya, perlunya memperhatikan tanamannya kalau kekurangan air dan untuk itu menyiraminya. Lagi pula mungkin ada penyakit atau hama yang mengganggu tanaman itu dan perlu dibersihkan. Belum lagi kalau ternyata tanaman itu membutuhkan pupuk. Di sinilah ketekunan dan kesabaran diperlukan. Bahkan pasti juga ketelitian dan kewaspadaan tidak kurang penting.

Dalam hidup beriman dengan segala pernik-perniknya (menyikapi panggilan hidup, menjadi saksi kasih Allah, memberi perhatian kepada sesama dll), sungguh memerlukan ketekunan dan kesabaran sampai kita menuai hasinya, yakni kebahagiaan banyak orang dan kemuliaan nama Tuhan. Dan juga hambatan dalam kerja, kesalah pahaman dalam berelasi dll, juga mengharuskan adanya kesabaran dan ketekunan.

Ya, ketekunan ini harus kita bangun, kita jaga. Khususnya terkait dengan iman dan pengharapan kita sebagai anak Allah. Ini harus kita perjuangkan terus menerus-menerus sampai Ia datang kembali (Marantha). Bukankah ada penghiburan bagi kita: *_”Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”_*. (I Kor. 15:58)

 

Salam:
Pastoral

Penulis : pastoral
Kategori : RENUNGAN
Total Views : 89